Penyemangat


Sepertinya beberapa hari ini aku kehilangan sosok penyemangat.
Hari-hari yang aku jalani mulai terasa membosankan, tak ada semangat didalamnya.
Seperti kaki yang tiap detik diajak berlari, tapi kaki itu sendiri tak pernah tahu untuk apa dia berlari dan kapan ia akan berhenti.
Aku coba bertanya dalam hati, apa yang membuatku berubah menjadi seperti ini?
Berubah menjadi sosok yang pemalas, pendiam, tanpa ada sedikitpun tawa yang hadir.
Kemudian, aku mencoba bertanya pada cermin. Dengan nada marah, ia pun akhirnya berkata, "Kau kemanakan nyawamu itu kawan? Kenapa kau biarkan dia pergi begitu saja? Nyawa itu begitu sangat berarti bagimu kawan, kenapa kau biarkan dia pergi?. Tanpa nyawa itu, kau bukan apa-apa dan tak punya apa-apa. Yang sekarang tersisa darimu hanya tinggal secuil senyum. Seperti tumpukan bunga yang terpampang manja untuk sekedar menjadi pemanis belaka di halaman rumah yang megah, rumah megah tak berpenghuni.

Leave A Comment

Links

Flicker Images

Comments

Send Quick Massage

Name

Email *

Message *

New Design

Advertisement

Featured Post 6

Sample Link List

Sponsors

Blogroll

Notice

Search Box

Powered by Blogger.

Blog Roll

Popular Posts

Followers